Rabu, 27 November 2013

NASIONALISASI PERUSAHAAN ASING. PERLU ATAU TIDAK?


Nasionalisasi adalah proses dimana sebuah negara mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan swasta atau asing. Apabila sebuah perusahaan telah dinasionalisasi, maka negaralah yang bertindak sebagai pembuat keputusan dan para pegawainya menjadi pegawai negeri.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, hal inilah yang membuat daya tarik para pengusaha asing untuk membuka cabang usahanya di Indonesia dengan alasan pengembangan keunggulan kompetitif dengan mendapatkan lokasi yang menguntungkan. Lokasi negara Indonesia sangat menguntungkan karena memungkinkan akses yang lebih baik ke bahan mentah dan sumber daya alam. Biaya para pekerja yang murah pun menjadi alasan mengapa banyak ada begitu banyak perusahaan asing di Indonesia. Selain itu, sifat konsumerisme masyarakat Indonesia juga merupakan satu keuntungan bagi para pengusaha asing untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Di era globalisasi seperti sekarang ini bukan tidak mungkin ada banyak perusahaan asing yang berdiri di Indonesia. Kini tidak hanya satu atau dua perusahaan asing yang berdiri di Indonesia, melainkan ada puluhan perusahaan asing yang ikut memasarkan produknya dalam rangka memenuhi seluruh aspek kebutuhan hidup masyarakat Indonesia.

Banyaknya perusahaan asing di Indonesia tentu saja mempengaruhi tingkat produksi dan pangsa pasar para pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini menjadi pesaing bagi perusahaan nasional. Hal ini patut diperhatikan oleh pemerintah dan pemerintah juga dirasa perlu mengambil tindakan untuk menasionalisasi beberapa perusahaan asing yang berdiri di Indonesia.

Salah satu dari banyak perusahaan asing yang sepatutnya dinasionalisasi adalah perusahan yang bergerak di bidang pengeboran minyak bumi dan gas. Meskipun perusahaan ini memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, namun kekayaan sumber daya alam kita yang menjadi taruhannya. Kekayaan sumber daya alam kita bisa saja habis hanya untuk kepentingan perusahaan tersebut dan masyarakat serta pemerintah Indonesia hanya mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit dari adanya perusahaan asing tersebut. Untuk itu, ada baiknya pemerintah melakukan proses nasionalisasi kepada perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam dan merugikan negara Indonesia. Selain itu, nasionalisasi perusahaan asing juga dapat meningkatkan kuota ekspor dan perekonomian Indonesia sehingga dapat membantu pemerintah untuk meberikan subsidi kepada perusahaan nasional. Hal ini tentu dapat membantu para produsen dalam negeri untuk lebih meningkatkan kualitas produknya untuk dipasarkan di dalam maupun di luar negeri.

PENGENTASAN PENGANGGURAN. BEKERJA ATAU WIRAUSAHA?

Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pada umumnya, pengangguran disebabkan karena jumlah para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan yang ada.

Di Indonesia, pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran maka produktivitas dan pendapatan per kapita negara akan berkurang sehingga dapat menimbulkan kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, hasil survey ketenagakerjaan periode Agustus 2013 menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia menembus angka 7,39 juta orang. Jumlah ini naik sebanyak 220 ribu orang dibandingkan periode Februari 2013 yang sebanyak 7,17 juta orang. (jpnn.com, 7/11)

Kenaikan angka pengangguran ini merupakan dampak perlambatan laju ekonomi yang mulai menghampiri pasar tenaga kerja. Minimnya pembukaan lapanngan kerja baru dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat angka pengganguran di Indonesia semakin melambung.

Dalam kondisi seperti ini, bekerja tentu saja merupakan pilihan yang kurang efektif dalam pengentasan pengangguran. Dengan kata lain, hal ini membuka peluang besar bagi para wirausaha untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran di Indonesia.

Pada umumnya, seorang yang menganggur akan lebih memilih untuk mencari pekerjaan dengan melamar ke perusahaan-perusahaan karena bekerja dianggap sebagai pilihan yang praktis, tidak membutuhkan modal dan biaya yang besar, dan juga pandangan kebanyakan orang yang apabila ia bekerja di suatu perusahaan maka hidupnya sudah mapan.

Berbeda dengan bekerja, seorang wirausaha tidak hanya harus memiliki modal dan biaya yang cukup besar, sebab inti dari memulai sebuah usaha adalah memiliki tekad yang kuat dan mau bekerja keras. Tanpa tekad dan kerja keras, usaha yang dijalankan tidak akan berjalan dengan optimal. Selain itu, seorang wirausaha juga dituntut untuk mempunyai kreatifitas dan tingkat keuletan yang tinggi serta bertanggung jawab atas usaha yang ia tekuni.

Ada banyak alasan seseorang menjadi wirausaha, antara lain karena hobi, melanjutkan usaha keluarga, adanya peluang usaha, terbiasa menjadi wirausaha sejak duduk di bangku sekolah/kuliah, atau bahkan karena tuntutan hidup. Tapi hal ini tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak dibarengi dengan pemikiran yang positif. Pemikiran positif dan semangat pantang menyerah inilah yang membuka banyak peluang dalam dunia usaha.

Pada kebanyakan kasus, banyak orang yang takut gagal sebelum memulai usaha mereka, bahkan beberapa orang rela mengeluarkan modal yang sangat besar dengan harapan usaha mereka akan cepat sukses. Sebetulnya, kesuksesan sebuah sebuah wirausaha tidak ditentukan dari berapa besar modal yang dikeluarkan, hal ini ditentukan dari seberapa mampunya kita mengelola sebuah usaha. Wirausaha memang terkesan sulit untuk dijalankan karena kita harus mempersiapkan semua aspek dari awal, tetapi apabila seseorang mampu mengelola usahanya secara professional, bisa jadi usahanya ini akan semakin maju dan berkembang pesat.

Kesuksesan sebuah wirausaha tentu tidak hanya berimbas kepada perekonomian si empunya usaha tetapi juga dapat mempengaruhi lingkungan di sekitar wirausaha tersebut. Dengan adanya wirausaha berarti telah tercipta dan terbukanya lapangan kerja yang baru. Hal ini tentu dapat dijadikan solusi dari masalah pengangguran karena pada umumnya para pekerja yang dibutuhkan oleh para wirausaha tidak harus berpendidikan tinggi sehingga para pengangguran yang kebanyakan adalah orang-orang berpendidikan rendah atau bahkan putus sekolah dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak.

Dalam sebuah kesuksesan wirausaha, tidak jarang kita menemukan sebuah kegagalan di dalamnya, tetapi gagal bukanlah ketika usaha kita bangkrut atau jatuh, melainkan ketika kita menyerah dan putus asa untuk membangun kembali usaha kita. Seorang wirausaha tidak akan pernah menemukan kata gagal ketika ia mempunyai tekad dan semangat untuk terus bangkit ketika mulai terjatuh. Tekad dan semangat inilah yang akan membawanya kepada kesuksesan. Oleh karena itu, mengapa kita harus takut untuk menjadi seorang wirausaha jika kita sudah memiliki visi dan misi yang jelas tentang kesuksesan yang ingin kita raih?