Sabtu, 14 Desember 2013

I just wanna tell you this...

So much to tell
I’ve been dreaming about this so long
Don’t know what to say
I believe that I’m in love with you again

And you are the one who I want to grow old with
And you are the one who gives me joy
So, please say yes
And I wish you’re mine
So, please say yes
And I wish you’re mine

When I close my eyes
There’s a smile that makes my dream so right
What a happy life I have
And we glow in this busy life

Still, when we kiss
And it feels like the stars so shinning bright
What you are, let me hold you again
So, please say yes
And I wish you’re mine
So, please say yes 
And I wish you’re mine

Santamonica - Please Say Yes

What's Your Goal?

Putus lagi cintakuuu...
Putus lagi jalinan kasih sayangku dengannyaaaaa.....

Hahaha... bukan, bukan gue yang abis putus cinta. Gue masih jomblo kok (≧◡≦)
Siang tadi sahabat gue ngasih kabar kalo dia baru aja putus cinta, padahal gue tau dia sayang banget sama pacarnya. Waktu sahabat gue dan pacarnya masih jalan bareng dan lagi sering-seringnya berantem, sahabat gue ini suka curhat sama gue. Karena kita udah sahabatan lumayan lama, pasti gue belain sahabat gue dong tiap mereka berantem (Subjektif ya? Hahaha maaf ya, gue emang suka khilaf). Sahabat gue cerita kalo pacarnya bilang dia gak peka, dia orangnya gak terbuka, mereka pacaran gak kayak orang pacaran, dan sebagainya lah. Awalnya gue kesel juga denger sahabat gue curhat begitu, gue langsung ngambil kesimpulan kalo pacar sahabat gue ini banyak maunya. Banyak nuntut! Tapi gue salut sama sahabat gue, dia mau tetep bertahan buat hubungannya dan sampe akhirnya dia nanya 1 hal yang bikin gue mikir juga, "Lis, pacaran serius tuh kayak gimana sih?"

Gue pernah pacaran. Iya pernah kok, gue bukan jomblo ngenes kali. Kakak gue pernah pacaran, nyokap gue pernah pacaran, bokap pernah pacaran, nenek? mungkin pernah pacaran. Begitu banyak orang di sekeliling gue yang pernah pacaran, tapi gue sama sekali gak tau ukuran pacaran serius itu kayak gimana. Yang gue tau kalo orang pacaran cocok, terus langgeng ya mudah-mudahan ujungnya nikah, kalo enggak cocok ya putus terus cari yang lain. Tapi gays, setelah gue mikir lama sampe jungkir balik, roll depan, roll belakang, sikap lilin, tapi gak kayang karena gue gak bisa kayang, justru dari hal simpel ini gue ngerti apa arti pacaran serius.

Pacaran menurut gue bukan sekedar status lo memiliki dan dimiliki, tapi ini mengenai proses untuk lebih mengenal pribadi yang lagi ada di posisi paling dekat dengan lo yang mudah-mudahan akan jadi teman hidup lo. Suatu komitmen pacaran gak cuma bicara tentang ngapelin pacar tiap malem minggu, pergi liburan bareng, masak bareng calon mertua, nemenin pacar ke bengkel atau hal seneng-seneng lainnya. Pacaran harus lebih dari itu. Pacaran serius harus lebih dari itu. Terus harus kayak gimana? Pacaran serius adalah pacaran yang punya tujuan! Iya punya tujuan, bukan lebih yang aneh-aneh maksudnya ¬_¬

Beberapa kakak rohani gue lagi kelimpungan nyari pacar karena mereka mau cepet-cepet nikah. Lain lagi yang udah pacaran, ada yang lagi nyiapin untuk pernikahan mereka. Bahkan ada juga yang gue kenal tadinya masih pacaran, sekarang udah nikah. Belooom!! gue belom mau nikah. S1 aja belom kelar woy. Yang gue tangkep di sini, semua orang yang udah mapan, udah punya penghasilan, dan udah berpacar tentunya, pasti mereka punya tujuan untuk membangun rumah tangga. Untuk nikah! Lah terus kalo kita yang masih kuliah?

Tujuan pacaran gak melulu ngomongin tentang nikah. Kasus putus cintanya sahabat gue ini juga karena mereka gak punya tujuan untuk hubungan mereka. Mereka gak tau hubungan mereka mau dibawa kemana. Pokoknya asal udah nembak terus jadian, yaudah. Banyak anak muda yang gak mau ngomongin tentang pacaran serius, ya alasannya pasti karena mereka masih muda, gak mau nikah cepet-cepet. Padahal tadi udah jelas gue bilang, tujuan pacaran bukan cuma soal pernikahan.

Kalo lo masih kuliah, pacaran adalah salah satu motivasi untuk bisa dapet nilai yang bagus. Lo dan pacar bisa saling nyemangatin belajar, atau malah kalau sejurusan kan enak jadi bisa belajar bareng. Lo pasti malu kan kalo ipk lo jauh di bawah pacar lo? Ya minimal ipk samaan lah. Selain itu, lo sama pacar juga bisa pelayanan bareng. Daripada waktu pacaran abis dipake untuk hal-hal gak penting, lebih baik dipake untuk memuji Tuhan bareng kan? Lo sama pacar bisa saling ngingetin saat teduh, bisa saling sharing Firman Tuhan, dan bisa saling ngedoain kalo ada masalah. Dan tentunya kalo di hubungan lo sama pacar udah ada Tuhan, kalian pasti bisa jaga komitmen untuk saling menjaga kehormatan pasangan. Ini poin penting dalam pacaran.

Jadi menurut gue, ini menurut gue yaaa... pacaran serius itu bukan tentang berapa lama hubungan itu berlangsung, dan gak melulu ngomongin soal pernikahan. Pacaran serius itu adalah ketika kita tau kalau komitmen yang kita bentuk ini bertujuan untuk saling ngebangun pasangan untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. So, what's your goal?

Senin, 02 Desember 2013

mimpi

Kamu memang selalu begini.
Datang dengan segala pesona lalu dengan pandai mengukir jutaan senyum di wajahku.
Ah, sepertinya kamu tau kalau aku rindu kamu.
Tetapi mengapa hanya dalam mimpi?
Ketika aku terbangun bahkan kamu tak pernah di sini.
Kamu tidak pernah ada untuk membuat semua mimpi dan khayalan manis tentang kita jadi nyata.

Aku tidak tau mengapa aku begini.
Aku tetap memegang janjimu meski aku tau kamu tidak akan menepati.
Apa ini salah?

Ingin aku bungkam semua omongan orang.
Untuk semua yang bilang kita tidak bisa bersama.
Ingin rasanya aku teriak kalau aku butuh kamu.
Aku hanya masih butuh kamu.
Aku masih sangat membutuhkan kamu.

Tapi apa masih bisa?
Apa masih ada kesempatan?

Sungguh, aku lelah menunggumu begini.
Menghidupimu dari mimpi ke mimpi di setiap malam.
Aku mohon, keluarlah dari sana.
Agar kita bisa merajut benang-benang yang dulu kita lewatkan.


Sincerely,
Yang mencintaimu sejak 6 tahun yang lalu.

Rabu, 27 November 2013

NASIONALISASI PERUSAHAAN ASING. PERLU ATAU TIDAK?


Nasionalisasi adalah proses dimana sebuah negara mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan swasta atau asing. Apabila sebuah perusahaan telah dinasionalisasi, maka negaralah yang bertindak sebagai pembuat keputusan dan para pegawainya menjadi pegawai negeri.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, hal inilah yang membuat daya tarik para pengusaha asing untuk membuka cabang usahanya di Indonesia dengan alasan pengembangan keunggulan kompetitif dengan mendapatkan lokasi yang menguntungkan. Lokasi negara Indonesia sangat menguntungkan karena memungkinkan akses yang lebih baik ke bahan mentah dan sumber daya alam. Biaya para pekerja yang murah pun menjadi alasan mengapa banyak ada begitu banyak perusahaan asing di Indonesia. Selain itu, sifat konsumerisme masyarakat Indonesia juga merupakan satu keuntungan bagi para pengusaha asing untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Di era globalisasi seperti sekarang ini bukan tidak mungkin ada banyak perusahaan asing yang berdiri di Indonesia. Kini tidak hanya satu atau dua perusahaan asing yang berdiri di Indonesia, melainkan ada puluhan perusahaan asing yang ikut memasarkan produknya dalam rangka memenuhi seluruh aspek kebutuhan hidup masyarakat Indonesia.

Banyaknya perusahaan asing di Indonesia tentu saja mempengaruhi tingkat produksi dan pangsa pasar para pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini menjadi pesaing bagi perusahaan nasional. Hal ini patut diperhatikan oleh pemerintah dan pemerintah juga dirasa perlu mengambil tindakan untuk menasionalisasi beberapa perusahaan asing yang berdiri di Indonesia.

Salah satu dari banyak perusahaan asing yang sepatutnya dinasionalisasi adalah perusahan yang bergerak di bidang pengeboran minyak bumi dan gas. Meskipun perusahaan ini memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, namun kekayaan sumber daya alam kita yang menjadi taruhannya. Kekayaan sumber daya alam kita bisa saja habis hanya untuk kepentingan perusahaan tersebut dan masyarakat serta pemerintah Indonesia hanya mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit dari adanya perusahaan asing tersebut. Untuk itu, ada baiknya pemerintah melakukan proses nasionalisasi kepada perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam dan merugikan negara Indonesia. Selain itu, nasionalisasi perusahaan asing juga dapat meningkatkan kuota ekspor dan perekonomian Indonesia sehingga dapat membantu pemerintah untuk meberikan subsidi kepada perusahaan nasional. Hal ini tentu dapat membantu para produsen dalam negeri untuk lebih meningkatkan kualitas produknya untuk dipasarkan di dalam maupun di luar negeri.

PENGENTASAN PENGANGGURAN. BEKERJA ATAU WIRAUSAHA?

Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pada umumnya, pengangguran disebabkan karena jumlah para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan yang ada.

Di Indonesia, pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran maka produktivitas dan pendapatan per kapita negara akan berkurang sehingga dapat menimbulkan kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, hasil survey ketenagakerjaan periode Agustus 2013 menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia menembus angka 7,39 juta orang. Jumlah ini naik sebanyak 220 ribu orang dibandingkan periode Februari 2013 yang sebanyak 7,17 juta orang. (jpnn.com, 7/11)

Kenaikan angka pengangguran ini merupakan dampak perlambatan laju ekonomi yang mulai menghampiri pasar tenaga kerja. Minimnya pembukaan lapanngan kerja baru dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat angka pengganguran di Indonesia semakin melambung.

Dalam kondisi seperti ini, bekerja tentu saja merupakan pilihan yang kurang efektif dalam pengentasan pengangguran. Dengan kata lain, hal ini membuka peluang besar bagi para wirausaha untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran di Indonesia.

Pada umumnya, seorang yang menganggur akan lebih memilih untuk mencari pekerjaan dengan melamar ke perusahaan-perusahaan karena bekerja dianggap sebagai pilihan yang praktis, tidak membutuhkan modal dan biaya yang besar, dan juga pandangan kebanyakan orang yang apabila ia bekerja di suatu perusahaan maka hidupnya sudah mapan.

Berbeda dengan bekerja, seorang wirausaha tidak hanya harus memiliki modal dan biaya yang cukup besar, sebab inti dari memulai sebuah usaha adalah memiliki tekad yang kuat dan mau bekerja keras. Tanpa tekad dan kerja keras, usaha yang dijalankan tidak akan berjalan dengan optimal. Selain itu, seorang wirausaha juga dituntut untuk mempunyai kreatifitas dan tingkat keuletan yang tinggi serta bertanggung jawab atas usaha yang ia tekuni.

Ada banyak alasan seseorang menjadi wirausaha, antara lain karena hobi, melanjutkan usaha keluarga, adanya peluang usaha, terbiasa menjadi wirausaha sejak duduk di bangku sekolah/kuliah, atau bahkan karena tuntutan hidup. Tapi hal ini tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak dibarengi dengan pemikiran yang positif. Pemikiran positif dan semangat pantang menyerah inilah yang membuka banyak peluang dalam dunia usaha.

Pada kebanyakan kasus, banyak orang yang takut gagal sebelum memulai usaha mereka, bahkan beberapa orang rela mengeluarkan modal yang sangat besar dengan harapan usaha mereka akan cepat sukses. Sebetulnya, kesuksesan sebuah sebuah wirausaha tidak ditentukan dari berapa besar modal yang dikeluarkan, hal ini ditentukan dari seberapa mampunya kita mengelola sebuah usaha. Wirausaha memang terkesan sulit untuk dijalankan karena kita harus mempersiapkan semua aspek dari awal, tetapi apabila seseorang mampu mengelola usahanya secara professional, bisa jadi usahanya ini akan semakin maju dan berkembang pesat.

Kesuksesan sebuah wirausaha tentu tidak hanya berimbas kepada perekonomian si empunya usaha tetapi juga dapat mempengaruhi lingkungan di sekitar wirausaha tersebut. Dengan adanya wirausaha berarti telah tercipta dan terbukanya lapangan kerja yang baru. Hal ini tentu dapat dijadikan solusi dari masalah pengangguran karena pada umumnya para pekerja yang dibutuhkan oleh para wirausaha tidak harus berpendidikan tinggi sehingga para pengangguran yang kebanyakan adalah orang-orang berpendidikan rendah atau bahkan putus sekolah dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak.

Dalam sebuah kesuksesan wirausaha, tidak jarang kita menemukan sebuah kegagalan di dalamnya, tetapi gagal bukanlah ketika usaha kita bangkrut atau jatuh, melainkan ketika kita menyerah dan putus asa untuk membangun kembali usaha kita. Seorang wirausaha tidak akan pernah menemukan kata gagal ketika ia mempunyai tekad dan semangat untuk terus bangkit ketika mulai terjatuh. Tekad dan semangat inilah yang akan membawanya kepada kesuksesan. Oleh karena itu, mengapa kita harus takut untuk menjadi seorang wirausaha jika kita sudah memiliki visi dan misi yang jelas tentang kesuksesan yang ingin kita raih?

Selasa, 08 Oktober 2013

TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU PERUSAHAAN

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Tanggung jawab sosial suatu perusahaan atau Corporate Social Responsibility merupakan suatu komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan komunitas lokal. Selain itu, Corporation Social Responsibility juga merupakan konsep bahwa organisasi dan perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.


ASPEK PENDORONG TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis sebagai berikut:
1.       Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
·         Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen Partisipatif
·         Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
·         Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
·         Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

2.       Ekologi dan Gerakan Pelestarian Lingkungan
Ekologi yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya banyak di pengaruhi oleh proses produksi.

3.       Penghematan Energi
Pengurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak, dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakannya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut.

4.       Partisipasi Pembangunan bangsa
Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan. Karena dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada.

5.       Gaya Konsumerisme
Awal perkembangannya tahun 1960-an di negara barat yang berhasil memberlakukan Undang-undang Perlindungan Konsumen yang meliputi beragam aspek.

Tujuan dari gerakan konsumerisasi:
·         Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangna bisnis terhadap keluhan konsumen atas  praktek bisnisnya.
·         Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
·         Diselenggarakan panel-panel diskusi antara wakil konsumen dengan produsen.
·         Pelayanan purna jual yang lebih baik.
·         Berjalannya proses public relation (PR) yang lebih menitikberatkan pada kepuasan konsumen  daripada promosi semata.


ETIKA BISNIS
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam peruasahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksanakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
Perusahaan di tuntut untuk mengindahkan etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
a)      Dorongan dari pihak luar : lingkungan masyarakat.
b)     Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri : sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa,  karsa, dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.


BENTUK TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Berikut ini adalah uraian yang lebih mendetail mengenai bentuk tanggung jawab sosial yang wajib dilakukan oleh sebuah perusahaan kepada masing-masing objek yang terkait.
1.      Tanggung Jawab Sosial Kepada Konsumen
Dalam dunia perdagangan dan industri, kepuasan konsumen merupakan tanggung jawab yang paling utama. Kepuasaan konsumen ini dapat tercapai dengan cara:
·  Memberikan harga sesuai dengan kualitas barang yang dijual, atau dengan kata lain, perusahaan berlaku jujur dan tidak melakukan penipuan dalam pemasaran produk.
·    Produk yang dijual merupakan produk yang sehat dan tidak mengancam kesehatan konsumen.
·     Memberikan garansi dan diskon yang sesuai pada produk yang dijual.

2.      Tanggung Jawab Sosial Kepada Karyawan
Karyawan merupakan salah satu faktor penunjang terpenting dalam perusahaan. Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, keharmonisan antara pihak perusahaan dengan karyawan haruslah terjaga. Oleh karena itu, pihak perusahaan haruslah memperlakukan karyawan dengan baik sesuai dengan hak mereka. Berikut ini adalah bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan pihak perusahaan kepada karyawan:
·         Memberikan gaji sesuai dengan jam kerja yang dihabiskan karyawan.
·         Memberikan asuransi kesehatan beserta tunjangan kepada karyawan.
·         Memberikan kenaikan gaji apabila terjadi laju inflasi di negara tempat perusahaan tersebut berdiri.

3.      Tanggung Jawab Sosial Kepada Pemegang Saham
Pemegang saham juga merupakan faktor penunjang yang penting dalam berdiri dan berjalannya suatu perusahaan karena merekalah yang memberikan modal agar perusahaan tersebut dapat terus beroperasi. Pemegang saham mendapat keuntungan melalui deviden yang diterima pada saat pelaporan keuangan perusahaan di setiap tahunnya. Berikut ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang dapat dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham:
·         Memberikan laporan keuangan secara jujur dan transparan.
·         Tidak menggelapkan laba perusahaan dan tidak mengurangi keuntungan para pemegang saham.

4.      Tanggung Jawab Sosial Kepada Lingkungan
Selain kepada manusia yang terlibat dalam berdiri dan berjalannya sebuah perusahaan, perusahaan juga mempunyai tanggung jawab kepada lingkungan yang ada di sekitar perusahaan tersebut. Tindakan perusahaan terhada lingkungan dapat dijadikan sebuah parameter baik atau tidaknya sebuah perusahaan. Tanggung jawab sosial yang dapat dilakukan perusahaan terhadap lingkungan adalah sebagai berikut:
·   Membuang limbah perusahaan dengan metode yang baik dan benar serta tidak mencemari lingkungan sekitar.
·     Melakukan rehabilitasi yang secara tidak sengaja rusak akibat kegiatan perusahaan.
Semua  bentuk tanggung jawab tersebut harus dilakukan oleh sebuah perusahaan apabila mereka ingin dikenal sebagai perusahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan pribadi, tapi juga dikenal sebagai perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan disekitarnya.
Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di Indonesia adalah:
·          Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP).
Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan di tuangkan dalam buku.
·         Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.
·         Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga Perkebunan Inti Rakyat (PIR).


TUJUAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
1. Agar perusahaan dapat mendasarkan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan norma-norma moral dan etika.
2. Agar perusahaan meluncurkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan para penggunanya.
3.   Agar perusahaan menyediakan informasi dan melakukan promosi yang jujur dan faktual tentang produk yang dihasilkan.
4.  Agar perusahaan memberikan informasi mengenai komposisi, takaran manfaat, tanggal kadaluwarsa produk, kemungkinan efek samping, cara penggunaan yang tepat, kuantitas, mutu, dan harga dalam kemasan produknya untuk memungkin konsumen mengambil keputusan rasional dalam mempergunakan suatu produk.
5. Agar perusahaan memperhatikan keselamatan dan keamanan konsumen ketika menggunakan produk tersebut.


PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Tanggung jawab sosial perusahaan sering didefinisikan secara sempit sebagai akibat belum tersosialisasinya standar baku bagi perusahaan. Tanggung jawab sosial perusahaan masih anggap sebagai suatu kosmetik belaka untuk menaikkan pamor perusahaan atau menjaga reputasi perusahaan di masyarakat. Oleh karenanya ada asumsi jika perusahaan sudah memberikan sumbangan atau donasi kepada suatu institusi sosial berarti sudah melakukan tanggung jawab sosial sebagai sebuah perusahaan.
Penerapan dan isu tanggung jawab sosial perusahaan yang saat ini baru dilakukan diantaranya adalah :
1.   Pengaruh dari globalisasi dan internasionalisasi yang memaksa perusahaan untuk dapat menerapkan fungsi tanggung jawab sosial perusahaan. Bentuk globalisasi dan internasionalisasi ini dapat berupa tekanan dari pihak ketiga (distributor, buyer, client, dan shareholder) yang menjadi bagian atau mitra kerja dari perusahaan lokal. Mereka dapat menetapkan suatu kondisi yang harus diikuti oleh perusahaan lokal dalam memenuhi tanggung jawab sosialnya. Kondisinya ini biasanya dialami oleh perusahaan yang berada di negara miskin dan berkembang dimana memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi kepada investor dari negara maju.

2.  Ditinjau dari jenis perusahaan, umumnya yang menjalankan fungsi tanggung jawab sosial adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha ekplorasi alam (tambang, minyak, hutan). Perusahan tambang lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan perusahaan non tambang (terutama LSM). Perusahaan tersebut diwajibkan untuk melakukan penyeimbangan sebagai dampak dari eksplorasi yang dilakukan seperti melakukan reklamasi alam, reboisasi, mendukung pencinta alam, berpartisipasi dalam pengolahan limpah dan sebagainya.

3.  Bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang biasanya dilakukan adalah pemberian fasilitas kepada para pekerja atau buruh. tanggung jawab sosial perusahaan terhadap para buruh didasarkan sebagai suatu negosiasi antara manajemen dengan para buruh.

4.  Bentuk lainya dari tanggung jawab sosial perusahaan sebatas pemberian sumbangan, hibah, bantuan untuk bencana alam yang sifatnya momentum. Musibah, bencana, atau malapetaka yang terjadi dapat dijadikan sebagai momentum bagi perusahaan yang membentuk citra dan reputasi baik di mata masyarakat.


KRITIK TERHADAP TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN
1.  Perspektif tanggung jawab sosial perusahaan sering dijadikan atribut bagi perusahan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan caranya mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh masyarakat, asosiasi, dan pemerintah. Seperti perusahaan tambang, perusahan kayu, perusahaan pengelola hasil bumi, dan sejenisnya. Dampak yang ditimbulkan perusahan tidak seimbang dengan usaha untuk merehabilitasi alam.

2.   Untuk bisnis tertentu, tanggung jawab sosial perusahaan dapat dijadikan perisai sebagai penetralisir dampak dari bisnis yang dijalankan sekalipun bertentangan, misalkan perusahaan rokok sebagai sponsor event olah raga. Sekalipun masyarakat mengetahui bahayanya rokok di lain pihak masyarakat membutuhkan olahraga dan panitia event memerlukan sponsor.

3. Ada kalanya tanggung jawab sosial perusahaan dapat menjadi bumerang bagi perusahaan itu sendiri walaupun sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Misalkan yang terjadi pada perusahaan fast food Mc Donald, pada awalnya tanggung jawab sosial perusahaan disosialisasikan secara menyeluruh kepada dunia mengenai keterlibatan Mc Donal dalam memperhatikan anak-anak, pendidikan dan kehidupan sosial di masyarakat. Tetapi Mc Donald justru menuai demo dari para pencinta binatang karena dianggap pembunuh ayam yang kejam, iklan yang menyesatkan, dan praktek bisnis yang tidak sehat.

4.   Bagi perusahaan investor dari negara maju, adanya regulasi mengenai tanggung jawab sosial perusahaan yang ketat dapat menjadi alternative untuk berpindah ke negara yang memiliki regulasi tanggung jawab sosialnya lebih longgar. Dilema ini yang dihadapi oleh negara miskin dan berkembang, jika terlalu ketat maka otomatis investor akan mengurungkan niatnya berinvestasi tetapi sebaliknya jika terlalu longgar akan merugikan rakyat dan lingkungan alam.
Perusahaan yang berhasil dalam penerapan tanggung jawab sosial jumlahnya relatif sedikit karena mendapatkan kepercayaan dari para stakeholder harus diuji melalui waktu. Komitmen dan konsistensi yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial akan terlihat hasilnya secara bertahap bukan secara instan. Best practice perusahaan yang berhasil adalah The Body Shop, justru karena berfokus kepada kepentingan public, kekerasan dalam keluarga, kesehatan ibu dan anak, bencana alam, dan kegiatan sosial lainnya, perusahan ini sukses merebut perhatian dari para pelangganannya.


IDEALIS TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN
Untuk mendapatkan format ideal tanggung jawab sosial perusahaan, beberapa hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1.   Perusahan harus melakukan gap analisis antara apa yang ideal harus dilakukan dengan apa yang telah dilakukan (existing) saat ini. Hasil dari gap analisis ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk mendapatkan solusi yang benar-benar dibutuhkan sehingga kehadiran perusahaan tersebut memberikan dampak positif bagi stakeholder.

2.  Konsistensi dalam menjalankan komitmen harus menjadi bagian dan gaya hidup dari semua level manajemen perusahaan. Oleh karenanya tanggung jawab sosial perusahaan harus menjadi bagian dalam strategic plan perusahaan mulai di mulai dari penentuan visi, misi, strategi, core belief, core value, program, penyusunan anggaran sampai kepada evaluasi. Tujuan dengan adanya strategic plan ini adalah untuk menjaga kesinambungan perusahaan di masa yang akan datang. Di dalam strategic plan faktor tanggung jawab sosial harus menjadi bagian dari road map perusahaan dalam rangka mencapai good corporate governance (GCG). Untuk mengevalusi penerapan strategic plan ini diperlukan tool yang dapat menjadi dashboard perusahaan di dalam menilai kinerja yang dihasilkan. Tool yang digunakan dapat berupa metode balanced scorecard atau hanya penerapan key performance indicator disetiap objektif yang ingin dicapai

3.  Sudah saatnya tanggung jawab sosial perusahaan dikelola oleh suatu divisi tersendiri secara professional sehingga pertanggungajawaban terhadap manajemen dan stakeholder dapat transparan dan terukur kinerjanya. Divisi ini diberikan otoritas untuk dapat memutuskan secara cepat dan tuntas semua perkara (isu) yang berhubungan dengan para stakeholder. Divisi ini harus dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah sebagai regulator, lembaga swadaya masyarakat, asosiasi yang berhubungan, dan masyarakat sehingga keputusan yang diambil dapat mengakomodir semua kepentingan. Dalam prakteknya staff dari divisi ini dapat diisi oleh personal dari berbagai perwakilan yang ada di stakeholder.

4.  Idealnya, pemerintah juga harus memiliki department yang berfokus untuk menagani regulasi tanggung jawab sosial perusahaan sehingga dapat menjadi mediator dan fasilitator bagi semua pihak yang berkepentingan. Fungsi lainnya dari department ini adalah sebagai auditor yang memberikan rangking dalam periode tertentu bagi semua perusahaan sesuai dengan bidang dan kelasnya, dengan adanya ranking ini memicu perusahaan untuk serius menangani masalah tanggung jawab sosial perusahaan. Departemen ini harus juga melibatkan institusi pendidikan dan akademisi untuk menjaga transparansi dalam proses audit.

5.  Pada era teknologi saat ini, peranan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah menjadi keharusan bukan lagi sebagai pendukung perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan TIK semaksimal mungkin untuk menciptakan proses yang efisien, efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalkan dengan menggunakan software, internet, portal, dan teleconference sebagai alat komunikasi dengan stakeholder yang terintegrasi dengan proses bisnis yang ada dalam perusahaan.

6.  Sudah saatnya setiap perusahaan memberikan perhatian yang serius kepada masalah tanggung jawab sosial, karena terbukti tanggung jawab sosial perusahaan memiliki peranan yang signifikan dalam keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. Disamping itu, tanggung jawab sosial perusahaan dapat menyeimbangkan perusahaan dalam mencapai tujuan komersil dan tujuan non komersial.




SUMBER:
·         Buggzilla.wordpress.com/2012/10/14/tanggung-jawab-sosial-perusahaan
·         http://kelompok003.wordpress.com/2012/10/16/menjalankan-tanggung-jawab-sosial-terhadap-konsumen-dan-lingkunganya-dalam-sebuah-wirausahaperusahaan-besarkecil/
·         http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2010/01/25/implementasi-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-di-indonesia/
·         http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan