Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
3. Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan Fair, 1999;326)
MANFAAT PERTUMBUHAN EKONOMI
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)
RUMUS MENGHITUNG PERTUMBUHAN EKONOMI
Perhitungan pendapatan nasional secara ini memungkinkan tingkat pertumbuhan ekonomi secara langsung di hitung dari data pendapatan nasional rill yang tersedia. Formula yang akan digunakan untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi ialah:
g = (PN rill1 – PN rill 0) / (PN rill 0)
Keterangan:
g = tingkat pertumbuhan ekonomi
PN riil 1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana tingkat pertumbuhan ekonominya dihitung.
PN riil 0 = pendapatan nasional pada tahun berikutnya untuk
menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi perhitungan harus dilakukan dengan dua cara yaitu:
PN rill a = 100 / IH a x PN masa ini
Keterangan:
IH a = indeks harga atau pendeflasi pendapatan nasional (GNP deflator )
PN = pendapatan nasional
Contoh soal :
Pada tahun 2007 pendapatan nasional rill adalah Rp 150,2 triliun
sedangkan pada tahun 2008 nilainya telah meningkatkan kepada Rp 158,8
triliun. Dengan demikian tingkat pertumbuhan yang dicapai Negara itu adalah:
g2007 = (158,8-150,2 )/150,2 x 100 = 5.7 persen.
Pada tahun 2002 produk domestic
bruto menurut harga yang berlaku Rp 198,4 triliun dan pada tahun 2003
nilainya telah menjadi Rp 224,7 triliun, indeks harga tahun 2002 adalah
152 dan dalam tahun 2003 harganya 160 . Dengan data seperti terlebih
dahulu harus dihitung pendapatan nasional rill tahun 2003, yaitu:
PN –
rill2003 = 152/160 x Rp 224,7 triliun = 213,4 triliun
Dengan demikian
sekarang kita telah dapat menghitung tingkat ekonomi pada tahun 2003:
Tingkat pertumbuhan ekonomi = (213,4-198,4)/198,4 x 100 = 7,5 persen
SUMBER
http://bojonegorocoaster.wordpress.com/2013/11/10/cara-menghitung-tingkat-pertumbuhan-ekonomi/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-ekonomi-definisi-sumber.html
SUMBER
http://bojonegorocoaster.wordpress.com/2013/11/10/cara-menghitung-tingkat-pertumbuhan-ekonomi/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-ekonomi-definisi-sumber.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar