Skripsi,
paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format
penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Berikut ini
adalah format karya ilmiah secara umum:
Bahasa
- Kecuali untuk abstrak,
penulisan dilaksanakan dalam bahasa Indonesia dengan berpedoman kepada
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan Pedoman
Umum Pembentukan Istilah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987).
- Abstrak ditulis dalam bahasa
Indonesia dan/atau Inggris baku
Jumlah
- Universitas berhak menerima dua
eksemplar dari setiap laporan penelitian atau skripsi/tesis yang disusun
oleh dosen atau mahasiswa Universitas Lampung
- Skripsi/tesis/laporan seperti
yang tercantum pada (a) digunakan:
- Satu eksemplar untuk
dokumentasi
- Satu eksemplar untuk
dokumentasi perpustakaan universitas
Kertas
- Kertas berukuran A4 (21 x 29,7
cm).
- Jenis kertas:
- Untuk skripsi/tesis digunakan
kertas HVS dengan bobot 80 gram
- Untuk laporan penelitian dan
makalah ilmiah digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram atau duplikator.
- Untuk kulit (sampul) digunakan
kertas buff
- Warna kertas:
- Selain kulit (sampul), seluruh
kertas berwarna
- Warna kulit mengikuti warna
bendera fakultas
- Untuk laporan penelitian
antarbidang ilmu, kulit laporan berwarna biru langit
Pengetikan
- Skripsi/tesis, laporan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diketik dengan komputer,
dengan ketentuan sebagai berikut:
- Ukuran huruf 12, dengan font
Times New Roman;
- Bila diperlukan, ukuran huruf
10 atau 11 dapat digunakan untuk isian (bukan judul) dalam tabel atau
gambar;
- Huruf miring (italic)
digunakan untuk kata asing, dan nama buku serta majalah atau publikasi
ilmiah pada catatan kaki (tidak dalam daftar pustaka);
- Penggandaan dapat dilakukan
dengan fotokopi dengan kertas dan tinta yang berkualitas tinggi, atau
dicetak.
- Judul bab dan subbab
- Judul bab diketik 6 spasi dari
batas atas kertas
- Judul subbab pada bagian bawah
halaman harus diikuti dengan dua baris penuh di bawahnya
- Jika tempat tidak
memungkinkan, judul subbab harus dimulai pada halaman berikutnya
- Kata terakhir pada suatu
halaman tidak boleh dipenggal ke halaman berikutnya, seluruh kata harus
diketik pada halaman berikutnya
- Alinea
- Alinea dapat dipisahkan dengan
indentasi atau perbedaan spasi.
- Jarak indentasi bebas tetapi
ajeg (consistent).
Sembir
(Margin)
- Jarak dari pinggir kertas
(Contoh l)
- Sembir bawah, atas, dan kanan
berjarak 3 cm (1,2 inci) dari pinggir kertas
- Sembir kiri berjarak 4 cm (1,6
inci) dari pinggir kertas
- Pengetikan mengikuti kaidah
Oleh karena itu, sembir kanan tidak perlu rata.
- Semua tabel dan gambar harus
berada dalam sembir (margin)
Spasi
- Secara umum, keseluruhan
tulisan harus berspasi ganda
- Spasi tunggal digunakan untuk
judul, judul bab, judul subbab, kutipan, tabel, judul tabel, judul gambar,
entri bibliografi, dan naskah pada abstrak makalah ilmiah
- Spasi tripel digunakan untuk
antartabel, antargambar, antara tabel dan naskah, dan antara gambar dan
naskah
- Spasi empat digunakan:
- Antara nama penulis dan baris
pertama naskah pada halaman abstrak.
- Antara “Daftar Tabel” dan
baris pertama judul tabel pada halaman daftar
- Antara “Daftar Gambar” dan
baris pertama judul gambar pada halaman daftar gambar
- Antara judul bab dan subbab
atau baris pertama naskah
Jarak (jumlah ketukan antarkata) dalam tulisan:
- Jarak satu ketukan digunakan
antarkata dan setelah semua tanda baca kecuali setelah titik pada akhir
kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru
- Jarak satu ketukan digunakan
sesudah titik untuk singkatan gelar dan nama
- Jarak dua ketukan digunakan
setelah tanda baca titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda
tanya, dan tanda seru.
- Antara titik dan singkatan
lain dalam suatu gelar (misalnya Ph.D., S.H.), dengan angka lain untuk
menunjukkan waktu, dan dengan angka lain yang menunjukkan bilangan ribuan.
Penomoran
Halaman
- Nomor halaman diketik tanpa
tanda petik ataupun tanda hubung.
- Nomor halaman ditempatkan di
samping kanan, satu spasi di atas sembir (margin) atas dan berjarak
3 cm ( l ,2 inci) dari pinggir kanan kertas
- Pada halaman yang memuat judul
utama (bab), nomor halaman tidak dicantumkan tetapi dihitung.
- Semua halaman dinomori, kecuali
halaman pertama yang kosong, halaman judul, halaman muka, dan halaman
pertama suatu makalah.
- Halaman “Pendahuluan” sampai
“Daftar Pustaka” dan lampiran diberi angka Arab dimulai dengan angka l .
Laporan
dan Skripsi/Tesis dengan Volume Ganda
- Laporan/skripsi/tesis yang
tebal mungkin memerlukan dua atau lebih volume (jilid).
- Halaman judul harus diulang
pada setiap volume dan serupa, kecuali untuk kata-kata “Volume I” (“Jilid
I”), “Volume II” (“Jilid II”), dan seterusnya yang diletakkan tepat di
bawah kertas.
- Penomoran halaman berurutan
dari “Volume I” (“Jilid I”) sampai volume (jilid) terakhir.
Enumerasi
- Penomoran bab, subbab, dan
seterusnya bukan keharusan
- Huruf atau nomor yang sudah
digunakan untuk suatu bab tidak dapat digunakan untuk subbab dan seterusnya
- Jika hendak mengikuti pola
enumerasi dengan penomoran hendaknya digunakan pola berikut:
- 1.
…………………………………………………………………………………………….
1.1
……………………………………………………………………………………….
1.1.1
……………………………………………………………………………….
1.1.1.1
…………………………………………………………………….
1.1.1.2
…………………………………………………………………….
Pembagian
yang lebih bawah lagi (lebih dari empat) hendaknya menggunakan huruf Latin
kecil seperti berikut:
1.
…………………………………………………………………………………..
1.1
……………………………………………………………………………..
1.1.1
……………………………………………………………………..
1.1.1.1
…………………………………………………………..
1.1.1.2
…………………………………………………………..
a.
……………………………………………………….
b.
………………………………………………………
Catatan
Kaki
- Catatan kaki dapat digunakan
untuk:
- Mengakui kutipan, pernyataan,
dan/atau gagasan yang diambil dari penulis/orang
- Membuktikan / membenarkan pernyataan
dengan menyebutkan sumber inform
- Mengutip halaman tertentu
- Catatan kaki dapat berupa
rujukan penjelas (isi) dan silang.
- Pengetikan
- Jika menggunakan cara
indentasi, untuk setiap entri catatan kaki, indentasi dimulai pada baris
pertama dan berjarak lima ketukan dari sembir (margin).
- Catatan kaki dipisahkan dari
naskah oleh garis tidak terputus sepanjang 10 ketukan dan berjarak dua
spasi dari naskah
- Spasi tunggal digunakan dalam
catatan kaki, spasi ganda digunakan pada antarcatatan kaki
- Kutipan dalam naskah diikuti
dengan angka Arab yang diketik sedikit di atas garis (tik atas/superscript).
- Nomor yang sama (juga tik
atas) diketik pada awal catatan kaki pada bagian bawah halaman tempat
terdapatnya kutipan tersebut.
- Nomor-nomor tik atas diketik
langsung setelah tanda baca dalam naskah dan tanpa jarak.
- Setelah nomor tik atas, tidak
ada tanda baca.
- Catatan kaki penjelas dan
rujukan silang dinomori dengan urutan yang sama
- Penulisan
- Penulisan pertama untuk suatu
catatan kaki harus mengandung informasi lengkap nama penulis/orang, tahun
penulisan/ucapan, judul tulisan, tempat penerbit atau makalah/ ucapan
dibacakan/ diucapkan
- Nama penulis ditulis mulai
dengan nama kecil/nama pertama diikuti dengan huruf besar pertama nama
tengah (jika ada) dan nama akhir/keluarga (Contoh: Agus Karyanto,
Soesiladi Widodo, Jerry M. Bennett).
- Tanda baca utama adalah koma
Tabel
dan Gambar
- Batasan Tabel dan Gambar
- Kata “Tabel” menyatakan data
yang sudah ditabulasikan dan digunakan dalam skripsi/tesis/laporan
penelitian/makalah ilmiah, baik dalam tubuh tulisan maupun dalam lampiran
- Kata “Gambar” menunjukkan
semua materi nonverbal yang digunakan dalam tubuh tulisan atau lampiran
seperti peta, grafik, foto, gambar, dan skema/diagram.
- Persiapan Tabel dan Gambar
- Untuk membuat tabel dan gambar
dapat digunakan tinta cina dengan hasil yang sama baiknya dengan hasil
komputer.
- Jika lebih dari satu warna
digunakan dalam pembuatan gambar, pewarnaan harus ajeg untuk seluruh
tulisan dan untuk setiap kopi
- Pemandu huruf dapat digunakan
untuk judul, nomor, dan tanda
- Tabel dan gambar sedapatnya
menggunakan kertas dengan mutu yang sama dengan kertas yang digunakan
untuk seluruh tulisan.
- Gambar yang berbentuk foto:
- Foto yang lebih kecil dari
halaman tulisan harus dipasang dengan rapat pada kertas dengan kualitas
yang sama dengan kertas
- Lem yang digunakan harus
berkualitas tinggi
- Bahan lain selain lem tidak
diperkenankan untuk digunakan
- Penempatan Tabel dan Gambar
- Tabel dan gambar harus berada
dalam sembir/margin.
- Tabel/gambar diletakkan
sedekat mungkin dengan uraian dalam makalah
- Posisi tabel/gambar sejajar
lebar atau sejajar panjang kertas tidak mempengaruhi cara penomoran
halaman
- Tabel atau gambar yang
ukurannya kurang atau sama dengan setengah halaman dapat diletakkan di antara
uraian laporan dan dipisahkan dari kalimat sebelah atas dan bawah dengan
satu spasi
- Tabel atau gambar yang lebih
besar dari pada setengah halaman diletakkan pada halaman
- Dua atau tiga tabel/gambar
yang kecil dapat diletakkan pada satu halaman dengan pemisahan seperti
pada Contoh
- Tabel/gambar yang lebar dapat
diketik atau diletakkan sejajar panjang kertas. Judul tabel/gambar
diketik di bawahnya pada sisi penjilidan/sembir kiri
- Tabel/gambar yang besarnya
melebihi ukuran kertas dapat dilipat dengan lipatan yang sesuai dengan
ukuran kertas, sembir diukur dari batas kertas
- Gambar, misalnya peta, yang
besarnya melebihi ukuran kertas dapat dilipat dan dimasukkan
ke dalam kantong pada bagian-dalam kulit belakang (back cover).
- Penomoran Tabel dan Gambar
- Tabel/gambar dinomori dengan
seri yang berbeda
- Setiap seri diberi nomor urut
dengan angka Arab: Tabel 16 Gambar 16.
- Penerusan tabel ke halaman
lain:
- Pada halaman berikutnya di
batas atas diketik “Tabel 16 (lanjutan)” tanpa tanda petik.
- Judul tabel tidak diketik
ulang.
4.
Nomor dan judul tabel diletakkan dua spasi di atas
batas
tabel.
5.
Nomor dan judul gambar diletakkan dua spasi di
bawah
batas gambar bawah.
Unsur Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah
Ragam
Bahasa
Adalah
sebuah varian dari bahasa yang menurut dari pemakaian. Berbeda dengan dialek
yaitu varian yang menurut dari pemakai.
Ejaan
adalah
penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah
tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya
memiliki tiga aspek yaitu:
- aspek fonologis yang
menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan
penyusunan abjad
- aspek morfologis yang
menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
- aspek sintaksis yang
menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
Diksi
Adalah
pemilihan kata dan gaya ekspresi yang dilakukan oleh penulis atau pembicara
dengan tujuan agar mudah didengar dan dipahami.
Kalimat
Adalah
gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan
pola intonansi akhir.
Alinea
dan Pengembangannya
Alinea
(paragraph) adalah sebagai suatu bagian dari karangan atau tuturan yang terdiri
atas beberapa kalimat yang mengungkapkan suatu informasi dengan ide pokok
sebagai pengendalinya. Pengembangan dari alinea atau paragraf biasa
digunakan oleh penulis harus memberikan fakta khusus untuk mendapatkan
kesimpulan yang bersifat umum.
Perencanaan
Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam
menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus
diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah
pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah
karangan ilmiah :
- Pemilihan Topik
- Pembahasan Topik
- Pemilihan Judul
- Menentukan Tujuan Penelitian
- Menentukan Kerangka Karangan
(Outline)
- Langkah-langkah Penulisan Karya
Ilmiah
Kerangka
Karangan
Adalah
sebuah rencana kerja yang membuat garis-garis besar suatu karangan yang memuat
ketentuan-ketentuan pokok bagaimana kita akan menyusun karangan-karangan
tertentu. Dalam pemuatan kerangka karangan.. kita hadrus menyiapkan dalam
bentuk catatan-catatan sederhana, tapi juga dapat berbentuk mendetail dan
digarap sangat cermat.
Kutipan
dan Catatan Kaki
Kutipan
adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat
pada buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan
seorang tokoh dan kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi dari penulis.
Abstrak
dan Daftar Pustaka
Abstrak
adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu
pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk
memahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan
atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya. Dari abstrak,
pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut
dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak
ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca
yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya
untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak
ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah,
penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan,
mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.
Daftar
pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita
pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar pustaka biasanya
berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya,
yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya : thesis). Melalui
daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan para pembaca dapat melihat
kembali pada sumber aslinya.
SUMBER:
http://belajarpsikologi.com/format-penulisan-karya-ilmiah/
http://kir34.blogspot.co.id/2009/04/format-penulisan-karya-ilmiah.html
http://dinardc.blogspot.co.id/2014/03/format-penulisan-karangan-ilmiah.html
https://erdendi.wordpress.com/2013/12/28/format-penulisan-ilmiah-universitas-gunadarma/