Shalom, anak mudaaaaa..
sudah terlalu lama semenjak kemunculan Lissa di dunia per-blogger-an dan akhirnya gue kembali menulis karena lagi baper hahaha.. Yap! gue baper dan gue jomblo, gak tau mau cerita ke siapa, jadi gue cerita ke sini aja. Cuss..
Hari ini gue bersyukur banget karena gue masih bisa ke gereja dan kita tau kalo semua hal yang kita lakuin karena dan untuk Tuhan gak akan ada yang sia-sia. Waktu gue ke gereja, gue bersyukur banget karena kembali diteguhkan, dikuatkan, dan kembali semangat lagi untuk mencapai semua cita-cita gue.
Keliatannya paragraf pembuka gue holy dan agak gak-gue-banget ya? hahaha.. Tapi itu serius. Gue sadar kalo gue punya banyak banget impian dalam hidup gue. Gue mau lanjut S2 di Jerman, gue mau punya cafe, gue mau punya butik dengan brand gue sendiri, gue mau keliling dunia, dan masih terlalu banyak yang mau gue lakuin di hidup gue. Masalahnya, terkadang impian kita hanyalah akan menjadi sebuah impian karena berbagai macam faktor.
Akhir-akhir ini gue lagi memasuki masa "letih kuliah minta dinikahin aja" dan hal ini berpengaruh besar sama impian gue untuk S2 di Jerman, ditambah lagi celotehan kanan-kiri gue yang bilang, "Cewek gak usah sekolah tinggi-tinggi, toh ujungnya juga beberes rumah sama ngangon anak." dan parahnya lagi adalah gue meng-iya-kan hal tersebut. Gue kehilangan semangat dan ambisi untuk lanjut ke Jerman dan gue ngerasa gak mampu untuk lanjut S2. Sejujurnya, setelah gue kehilangan ambisi untuk ke Jerman, impian gue untuk melangkah ke bangsa-bangsa bahkan untuk keliling dunia juga sedikit demi sedikit mulai hilang. Gue kehilangan semangat untuk ngejar impian dan cita-cita gue, bahkan gue lupa sama janji-janji Tuhan yang pernah Dia kasih untuk gue.
But today, my whole life turned around..
But today, my whole life turned around..
"Cemoohan orang tidak akan menggagalkan janji Tuhan atas hidupmu." Pdp. Ergina Sisgantina Elias
Kalimat di atas yang nguatin gue sepenuhnya. Gue belajar dari Sara dan Abraham, sekalipun keadaan mereka sama sekali gak memungkinkan untuk memiliki ketururan, tapi Tuhan tetep ngasih Ishak dalam hidup mereka. Bahkan ketika Sara dan Abraham sendiri yang menertawakan janji Tuhan, Dia tetep menepati janji-Nya atas Sara dan Abraham.
"Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya." - Kejadian 21:1
Hari ini gue kembali belajar untuk menyerahkan satu lagi aspek kehidupan
gue ke dalam tangan Tuhan, yaitu impian gue. Gue belajar ketika gue
punya impian atau dapet sebuah janji dari Tuhan, seharusnya gue pertama
kali angkat tangan gue untuk serahin semua itu ke Tuhan, bukan duluan
tanya ke temen bahkan orang tua. Seberapa pun bijaksananya orang tua atau temen kita, mereka masih bisa mengambil keputusan yang salah, tapi rancangan Tuhan udah pasti penuh damai sejahtera dan janji-Nya gak akan pernah gagal untuk memberikan kita hari depan yang penuh harapan. Yesus adalah Tuhan yang tepat sasaran dan tepat waktu. Impian, kehendak, keputusan, cita-cita yang kita serahkan ke dalam tangan-Nya gak akan pernah menjadi sekedar mimpi. Ia akan menggenapi sesuai perkenanan-Nya.
Sekali lagi gue bener-bener bersyukur punya Tuhan Yesus dalam hidup gue. Tuhan yang selalu menepati janji-Nya tanpa melihat situasi dan kondisi kita. Bahkan yang lebih amazing lagi, ketika banyak orang yang bilang janji Tuhan mustahil dalam hidup kita, terlalu banyak yang bilang mimpi kita ketinggian, atau mungkin kita sendiri yang merasa terlalu kecil untuk sebuah atau banyak impian yang besar, hal itu sama sekali gak akan pernah menggagalkan rencana dan janji Tuhan dalam hidup kita. So, selama kita masih menunggu Tuhan menggenapi janji-Nya dalam hidup kita, tetap lakukan yang terbaik dan tetap bersukacita. Kecewa, marah, sedih karena tertawaan dan cemoohan orang pasti akan tetep kita rasain, tapi jangan takut! Janji Tuhan iya dan amin untuk semua anak-anak-Nya.
"Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal." - Yehezkiel 16:60
Tidak ada komentar:
Posting Komentar