Senin, 04 Januari 2016

FORMAT MAKALAH ILMIAH



Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Berikut ini adalah format karya ilmiah secara umum:


Bahasa

  1. Kecuali untuk abstrak, penulisan dilaksanakan dalam bahasa Indonesia dengan berpedoman kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987).
  2. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau Inggris baku


Jumlah

  1. Universitas berhak menerima dua eksemplar dari setiap laporan penelitian atau skripsi/tesis yang disusun oleh dosen atau mahasiswa Universitas Lampung
  2. Skripsi/tesis/laporan seperti yang tercantum pada (a) digunakan:
    1. Satu eksemplar untuk dokumentasi
    2. Satu eksemplar untuk dokumentasi perpustakaan universitas


Kertas

  1. Kertas berukuran A4 (21 x 29,7 cm).
  2. Jenis kertas:
    1. Untuk skripsi/tesis digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram
    2. Untuk laporan penelitian dan makalah ilmiah digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram atau duplikator.
  3. Untuk kulit (sampul) digunakan kertas buff
  4. Warna kertas:
    1. Selain kulit (sampul), seluruh kertas berwarna
    2. Warna kulit mengikuti warna bendera fakultas
    3. Untuk laporan penelitian antarbidang ilmu, kulit laporan berwarna biru langit


Pengetikan

  1. Skripsi/tesis, laporan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diketik dengan komputer, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Ukuran huruf 12, dengan font Times New Roman;
    2. Bila diperlukan, ukuran huruf 10 atau 11 dapat digunakan untuk isian (bukan judul) dalam tabel atau gambar;
    3. Huruf miring (italic) digunakan untuk kata asing, dan nama buku serta majalah atau publikasi ilmiah pada catatan kaki (tidak dalam daftar pustaka);
  2. Penggandaan dapat dilakukan dengan fotokopi dengan kertas dan tinta yang berkualitas tinggi, atau dicetak.
  3. Judul bab dan subbab
    1. Judul bab diketik 6 spasi dari batas atas kertas
    2. Judul subbab pada bagian bawah halaman harus diikuti dengan dua baris penuh di bawahnya
    3. Jika tempat tidak memungkinkan, judul subbab harus dimulai pada halaman berikutnya
  4. Kata terakhir pada suatu halaman tidak boleh dipenggal ke halaman berikutnya, seluruh kata harus diketik pada halaman berikutnya
  5. Alinea
    1. Alinea dapat dipisahkan dengan indentasi atau perbedaan spasi.
    2. Jarak indentasi bebas tetapi ajeg (consistent).


Sembir (Margin)

  1. Jarak dari pinggir kertas (Contoh l)
    1. Sembir bawah, atas, dan kanan berjarak 3 cm (1,2 inci) dari pinggir kertas
    2. Sembir kiri berjarak 4 cm (1,6 inci) dari pinggir kertas
    3. Pengetikan mengikuti kaidah Oleh karena itu, sembir kanan tidak perlu rata.
  2. Semua tabel dan gambar harus berada dalam sembir (margin)


Spasi

  1. Secara umum, keseluruhan tulisan harus berspasi ganda
  2. Spasi tunggal digunakan untuk judul, judul bab, judul subbab, kutipan, tabel, judul tabel, judul gambar, entri bibliografi, dan naskah pada abstrak makalah ilmiah
  3. Spasi tripel digunakan untuk antartabel, antargambar, antara tabel dan naskah, dan antara gambar dan naskah
  4. Spasi empat digunakan:
    1. Antara nama penulis dan baris pertama naskah pada halaman abstrak.
    2. Antara “Daftar Tabel” dan baris pertama judul tabel pada halaman daftar
    3. Antara “Daftar Gambar” dan baris pertama judul gambar pada halaman daftar gambar
    4. Antara judul bab dan subbab atau baris pertama naskah 

Jarak (jumlah ketukan antarkata) dalam tulisan:

    1. Jarak satu ketukan digunakan antarkata dan setelah semua tanda baca kecuali setelah titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru
    2. Jarak satu ketukan digunakan sesudah titik untuk singkatan gelar dan nama
    3. Jarak dua ketukan digunakan setelah tanda baca titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru.
    4. Antara titik dan singkatan lain dalam suatu gelar (misalnya Ph.D., S.H.), dengan angka lain untuk menunjukkan waktu, dan dengan angka lain yang menunjukkan bilangan ribuan.


Penomoran Halaman

  1. Nomor halaman diketik tanpa tanda petik ataupun tanda hubung.
  2. Nomor halaman ditempatkan di samping kanan, satu spasi di atas sembir (margin) atas dan berjarak 3 cm ( l ,2 inci) dari pinggir kanan kertas
  3. Pada halaman yang memuat judul utama (bab), nomor halaman tidak dicantumkan tetapi dihitung.
  4. Semua halaman dinomori, kecuali halaman pertama yang kosong, halaman judul, halaman muka, dan halaman pertama suatu makalah.
  5. Halaman “Pendahuluan” sampai “Daftar Pustaka” dan lampiran diberi angka Arab dimulai dengan angka l .


Laporan dan Skripsi/Tesis dengan Volume Ganda

  1. Laporan/skripsi/tesis yang tebal mungkin memerlukan dua atau lebih volume (jilid).
  2. Halaman judul harus diulang pada setiap volume dan serupa, kecuali untuk kata-kata “Volume I” (“Jilid I”), “Volume II” (“Jilid II”), dan seterusnya yang diletakkan tepat di bawah kertas.
  3. Penomoran halaman berurutan dari “Volume I” (“Jilid I”) sampai volume (jilid) terakhir.


Enumerasi

  1. Penomoran bab, subbab, dan seterusnya bukan keharusan
  2. Huruf atau nomor yang sudah digunakan untuk suatu bab tidak dapat digunakan untuk subbab dan seterusnya
  3. Jika hendak mengikuti pola enumerasi dengan penomoran hendaknya digunakan pola berikut:
  4. 1. …………………………………………………………………………………………….

1.1 ……………………………………………………………………………………….

1.1.1 ……………………………………………………………………………….

1.1.1.1 …………………………………………………………………….

1.1.1.2 …………………………………………………………………….

Pembagian yang lebih bawah lagi (lebih dari empat) hendaknya menggunakan huruf Latin kecil seperti berikut:

1. …………………………………………………………………………………..

1.1 ……………………………………………………………………………..

1.1.1 ……………………………………………………………………..

1.1.1.1 …………………………………………………………..

1.1.1.2 …………………………………………………………..

a. ……………………………………………………….

b. ………………………………………………………



Catatan Kaki

  1. Catatan kaki dapat digunakan untuk:
    1. Mengakui kutipan, pernyataan, dan/atau gagasan yang diambil dari penulis/orang
    2. Membuktikan / membenarkan pernyataan dengan menyebutkan sumber inform
    3. Mengutip halaman tertentu 
  2. Catatan kaki dapat berupa rujukan penjelas (isi) dan silang.
  3. Pengetikan
    1. Jika menggunakan cara indentasi, untuk setiap entri catatan kaki, indentasi dimulai pada baris pertama dan berjarak lima ketukan dari sembir (margin).
    2. Catatan kaki dipisahkan dari naskah oleh garis tidak terputus sepanjang 10 ketukan dan berjarak dua spasi dari naskah
    3. Spasi tunggal digunakan dalam catatan kaki, spasi ganda digunakan pada antarcatatan kaki
    4. Kutipan dalam naskah diikuti dengan angka Arab yang diketik sedikit di atas garis (tik atas/superscript).
    5. Nomor yang sama (juga tik atas) diketik pada awal catatan kaki pada bagian bawah halaman tempat terdapatnya kutipan tersebut.
    6. Nomor-nomor tik atas diketik langsung setelah tanda baca dalam naskah dan tanpa jarak.
    7. Setelah nomor tik atas, tidak ada tanda baca.
    8. Catatan kaki penjelas dan rujukan silang dinomori dengan urutan yang sama
  4. Penulisan
    1. Penulisan pertama untuk suatu catatan kaki harus mengandung informasi lengkap nama penulis/orang, tahun penulisan/ucapan, judul tulisan, tempat penerbit atau makalah/ ucapan dibacakan/ diucapkan
    2. Nama penulis ditulis mulai dengan nama kecil/nama pertama diikuti dengan huruf besar pertama nama tengah (jika ada) dan nama akhir/keluarga (Contoh: Agus Karyanto, Soesiladi Widodo, Jerry M. Bennett).
    3. Tanda baca utama adalah koma


Tabel dan Gambar

  1. Batasan Tabel dan Gambar
    1. Kata “Tabel” menyatakan data yang sudah ditabulasikan dan digunakan dalam skripsi/tesis/laporan penelitian/makalah ilmiah, baik dalam tubuh tulisan maupun dalam lampiran
    2. Kata “Gambar” menunjukkan semua materi nonverbal yang digunakan dalam tubuh tulisan atau lampiran seperti peta, grafik, foto, gambar, dan skema/diagram.
  2. Persiapan Tabel dan Gambar
    1. Untuk membuat tabel dan gambar dapat digunakan tinta cina dengan hasil yang sama baiknya dengan hasil komputer.
    2. Jika lebih dari satu warna digunakan dalam pembuatan gambar, pewarnaan harus ajeg untuk seluruh tulisan dan untuk setiap kopi
    3. Pemandu huruf dapat digunakan untuk judul, nomor, dan tanda
    4. Tabel dan gambar sedapatnya menggunakan kertas dengan mutu yang sama dengan kertas yang digunakan untuk seluruh tulisan.
    5. Gambar yang berbentuk foto:
  3. Foto yang lebih kecil dari halaman tulisan harus dipasang dengan rapat pada kertas dengan kualitas yang sama dengan kertas
  4. Lem yang digunakan harus berkualitas tinggi
  5. Bahan lain selain lem tidak diperkenankan untuk digunakan

    1. Penempatan Tabel dan Gambar
      1. Tabel dan gambar harus berada dalam sembir/margin.
      2. Tabel/gambar diletakkan sedekat mungkin dengan uraian dalam makalah
      3. Posisi tabel/gambar sejajar lebar atau sejajar panjang kertas tidak mempengaruhi cara penomoran halaman
      4. Tabel atau gambar yang ukurannya kurang atau sama dengan setengah halaman dapat diletakkan di antara uraian laporan dan dipisahkan dari kalimat sebelah atas dan bawah dengan satu spasi
      5. Tabel atau gambar yang lebih besar dari pada setengah halaman diletakkan pada halaman
      6. Dua atau tiga tabel/gambar yang kecil dapat diletakkan pada satu halaman dengan pemisahan seperti pada Contoh
      7. Tabel/gambar yang lebar dapat diketik atau diletakkan sejajar panjang kertas. Judul tabel/gambar diketik di bawahnya pada sisi penjilidan/sembir kiri
      8. Tabel/gambar yang besarnya melebihi ukuran kertas dapat dilipat dengan lipatan yang sesuai dengan ukuran kertas, sembir diukur dari batas kertas
      9. Gambar, misalnya peta, yang besarnya melebihi   ukuran kertas dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam kantong pada bagian-dalam kulit belakang (back cover).
    2. Penomoran Tabel dan Gambar
      1. Tabel/gambar dinomori dengan seri yang berbeda
      2. Setiap seri diberi nomor urut dengan angka Arab: Tabel 16 Gambar 16.
      3. Penerusan tabel ke halaman lain:
        1. Pada halaman berikutnya di batas atas diketik “Tabel 16 (lanjutan)” tanpa tanda petik.
        2. Judul tabel tidak diketik ulang.

4. Nomor dan judul tabel diletakkan dua spasi di atas

batas tabel.

5. Nomor dan judul gambar diletakkan dua spasi di

bawah batas gambar bawah.




Unsur Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah



Ragam Bahasa

Adalah sebuah varian dari bahasa yang menurut dari pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian yang menurut dari pemakai.



Ejaan

adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah  tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:

  • aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
  • aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
  • aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.



Diksi

Adalah pemilihan kata dan gaya ekspresi yang dilakukan oleh penulis atau pembicara dengan tujuan agar mudah didengar dan dipahami.



Kalimat

Adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola  intonansi akhir.



Alinea dan Pengembangannya

Alinea (paragraph) adalah sebagai suatu bagian dari karangan atau tuturan yang terdiri atas beberapa kalimat yang mengungkapkan suatu informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya. Pengembangan dari alinea atau paragraf biasa digunakan oleh penulis harus memberikan fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.



Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

  1. Pemilihan Topik
  2. Pembahasan Topik
  3. Pemilihan Judul
  4. Menentukan Tujuan Penelitian
  5. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
  6. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah



Kerangka Karangan

Adalah sebuah rencana kerja yang membuat garis-garis besar suatu karangan yang memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana kita akan menyusun karangan-karangan tertentu. Dalam pemuatan kerangka karangan.. kita hadrus menyiapkan dalam bentuk catatan-catatan sederhana, tapi juga dapat berbentuk mendetail dan digarap sangat cermat.



Kutipan dan Catatan Kaki

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat pada buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh dan kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi dari penulis.



Abstrak dan Daftar Pustaka

Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk memahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.

Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya : thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.


SUMBER:
http://belajarpsikologi.com/format-penulisan-karya-ilmiah/
http://kir34.blogspot.co.id/2009/04/format-penulisan-karya-ilmiah.html
http://dinardc.blogspot.co.id/2014/03/format-penulisan-karangan-ilmiah.html
https://erdendi.wordpress.com/2013/12/28/format-penulisan-ilmiah-universitas-gunadarma/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar