Dalam
demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil
dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada
perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase
jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan
dalam rumus:
atau
Keterangan:
Pt = Jumlah penduduk pada
tahun t
Po = Jumlah penduduk pada
tahun dasar
t = jangka waktu
r = laju pertumbuhan
penduduk
e = bilangan eksponensial
yang besarnya 2,718281828
Cara yang
paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai.
Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi
ketika dimulainya periode.
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk indonesia adalah sebagai berikut:
1.
Kelahiran
2.
Kematian
3.
Perpindahan penduduk (migrasi)
A.
Kelahiran
(Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa
faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran
(pro natalitas). Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
1) Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
2)
Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu
orang tua.
3)
Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
4)
Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
5)
Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki,
sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
1) Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
2)
Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal
berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
3) Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya.
4) Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu
tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
Penundaaan
kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
B.
Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat
mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya angka kematian sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor pendukung kematian(pro mortalitas) dan faktor penghambat
kematian (anti mortalitas)
1.
Faktor pendukung kematian(pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan
jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
1)
Sarana kesehatan yang kurang memadai.
2)
Rendahnya kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan.
3)
Terjadinya berbagai
bencana alam.
4)
Terjadinya peperangan.
5)
Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industry.
6)
Tindakan bunuh diri
dan pembunuhan.
2.
Faktor penghambat
kematian(anti mortalitas)
Faktor ini dapat
mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
1)
Lingkungan hidup sehat.
2)
Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
3)
Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
4)
Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
C.
Perpindahan
Penduduk (Migrasi)
Migrasi ada dua,migrasi
yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi jumlah penduduk
disebut imigrasi keluar (emigrasi).
Masalah kependudukan sangat
mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan suatu daerah dan Negara sehingga di
Tahun mendatang Pemerintah dapat mengambil langkah–langkah atau tindakan yang
akan dilaksanakan ditahun-tahun berikutnya dalam mengatasi pertumbuhan
penduduk, sehingga terciptanya penduduk yang berpotensi dan sejahtera.Perumahan
dan permukiman juga menghadapi permasalahan dinamika penduduk, Pertama,
perkembangan penduduk perkotaan melebihi laju pertumbuhan penduduk tingkat
nasional dan pertumbuhan penduduk perkotaan tidak merata, ada daerah yang
pertumbuhan penduduk kotanya sangat tinggi, tetapi ada juga bagian kawasan kota
penduduknya mengalami penurunan. Kedua, ternyata laju pertumbuhan rumah tangga
lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan penduduk, antara lain jumlah penduduk
per rumah tangga makin mengecil.
SUMBER:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar