Selasa, 09 Februari 2016

I-L-O-V-E-Y-O-U

"I love you but it's not so easy to make you here with me." - Endah n Rhesa
Gue banget! Gue banget! Hahaha alay lo, Sa..
Tapi serius deh, itu lirik bener-bener menggambarkan perasaanku saat ini cie.
Oke skip!

Halo! Pasti pada terpukau ya liat judul postingan kali ini.
Pasti pada bertanya-tanya, "Lissa lagi jatuh cinta yak?"
Gak usah kepo, karena......... yak! betul sekali Lissa lagi jatuh cintaaaaaaaa hahaha..
Tapi bukan berarti postingan kali ini akan dipenuhi dengan kebaperan Lissa yah.
Aku tau aku akan dirajam kalo kelamaan pembukaan, jadi mari kita mulai cerita ini dan sebut saja si lelaki yang berbahagia ini, Anak Tuhan.

Awal kenalan sama si Anak Tuhan, sama sekali gak kepikiran akan mempercayakan hati ini buat dia. Bukan tipikal aku juga. Intinya, gak ada yang spesial di awal kenalan, bahkan tertarik pun enggak. Lama waktu berjalan, saling kenal satu sama lain, mulai nyaman dengan keberadaan masing-masing yang selalu kemana-mana barengan, akhirnya muncul benih-benih asmara dan di sini lah sesungguhnya postingan iloveyou ini akan aku mulai.

Aku dan si Anak Tuhan punya latar belakang yang jauh berbeda. Mulai dari latar belakang ekonomi, latar belakang keluarga bahkan masa lalu yang kita alami sangat kontras, kami gak nemuin sedikit pun kesamaan. Satu hal yang menjadi sandaran kesamaan kami, kami satu Tuhan. Satu pelayanan. Dan dasar hubungan yang sedang kami bangun ini selalu aku bawa menghadap Tuhan. Ini yang membuat aku pada akhirnya menjadi yakin aku bisa menitipkan hatiku di hati dia. #Cielah

Menjadi yakin? Berarti awalnya gak yakin dong?
Iya, awalnya aku gak yakin sama dia.

Memasuki usia kepala 2, pasti semua cewek akan memasuki masa "memikirkan dan mempersiapkan pasangan hidup yang terbaik" iya kan? Aku pun seperti itu, aku mau banget punya pasangan hidup layaknya pangeran tampan dan gagah berkuda putih, tetapi seperti yang tadi aku bilang, si Anak Tuhan bukan tipe aku banget. Segala latar belakang aku dan dia berbeda dan aku ngerasa kami gak sepadan.

Terlalu banyak hal-hal yang membuat aku gak yakin sama dia. Aku galau banget karena banyak hal. Tingkat ekonomi kami berbeda, fisik kami gak menyeimbangi, gaya hidupku hedon dan dia sederhana, semua kontras. Aku ngerasa terlalu mustahil kalau akhirnya aku bisa sama dia bahkan sampai menikah.

Hubungan yang didasari dengan keragu-raguan pasti gak akan berhasil, aku rasain itu. Ada hati yang sakit loh ketika di dalam hubungan ada keragu-raguan. Ragu akan bahagia kalau sama dia, ragu akan mapan di hari ke depan dan masih banyak keraguan lainnya. Tapi keraguan ini bisa hilang ketika kita sadar bahwa cinta adalah anugerah dari Tuhan. Mengasihi dan dikasihi adalah anugerah.

Ketika aku kenal si Anak Tuhan, banyak hal yang aku dan dia pelajari bersama sampai akhirnya aku sadar kalau mengasihi bahkan mencintai seseorang adalah sebuah hadiah dari Tuhan. Bahkan ketika kita mencintai seseorang, kita gak akan pernah capek terjaga untuk mendoakan dia. Mengenal sebuah ketulusan, menjadi penolong, penyemangat, moodbooster, belajar untuk meredam dan mengontrol emosi masing-masing ketika ada masalah, belajar menyatukan pendapat tanpa harus menyakiti pasangan, saling memberi dan belajar berbagi, bahkan belajar jadi pribadi yang mau ditegur dan siap menegur untuk memperbaiki kekurangan masing-masing. Saling melengkapi dan saling membutuhkan. Aku merasa ada sebuah dasar hubungan yang kuat yang sedang kami bangun, tapi ternyata masih ada keraguan yang aku rasain.

Kenapa?
Karena ada satu kata ajaib yang maknanya dalem banget. Sepadan.

"Aku sepadan gak sih sama dia? Dia sepadan gak sih buat aku?" Dua kalimat ini yang terus-terusan mengganggu aku sekalipun kami punya dasar hubungan yang kuat. Omongan bahkan cemoohan orang-orang bahkan temen deket sendiri, bahkan orang tua membuat konsep sepadan yang aku punya menjadi salah. Pernah di satu kali, temen deketku dengan polosnya ngomong, "Sa, kok lo mau sih sama dia? Sumpah, lo sama dia kayak supir sama majikan." Sakit gak? Ya sakit laaaaaah.. Ragu gak? Ya ragulah. Rasanya pengen ngejauh aja. Untungnya aku gak ngejauh sih hahaha.. tapi aku mencoba mengubah dia menjadi seseorang yang layak bersanding dengan aku dan ternyata itu menyakiti hati dia.

Konsep sepadan seringkali jadi bahasan yang sulit dalam sebuah hubungan. Gak jarang banyak hubungan berakhir karena mereka merasa gak sepadan. Beda tingkat pendidikan dibilang gak sepadan, beda tingkat ekonomi dibilang gak sepadan, beda level muka dibilang gak sepadan, beda suku dibilang gak sepadan, beda hobi juga dibilang gak sepadan, dan masih banyak lagi lah.. dan parahnya lagi, konsep sepadan seperti ini sudah turun-temurun dari orang tua kita. Iya gak?

Akhir-akhir ini aku belajar bahwa sepadan adalah ketika Allah menciptakan Hawa untuk Adam.
Maksudnya gimana, Sa?
Kenapa sih Allah menciptakan Hawa untuk Adam? Kenapa sih Allah gak ngebiarin aja Adam sama badak atau unta?
Ada hal yang mendasari kenapa Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping Adam:
1. Allah melihat dan menyadari sekali perbedaan antara Adam dengan hewan-hewan di bumi.
Oleh karena Allah menyadari hal itu, Allah menciptakan Hawa yang merupakan sesama manusia untuk menjadi penolong Adam.
2. Allah tau betul bahwa anak manusia hanya akan lahir dari anak manusia.
Inilah alasan kenapa Tuhan menciptakan lawan jenis. Butuh penjelasan lebih lanjut? Silahkan daftar ke Bimbingan Pra Nikah di gereja masing-masing yah.
3. Adam dan Hawa sama-sama mengenal Allah.

Pada dasarnya, sepadan hanya berbicara bahwa engkau dan pasanganmu haruslah manusia hidup, berlawanan jenis dan sama-sama mengenal Allah. Inilah kesepadanan yang sebenarnya.
Terus gimana sama tingkat ekonomi, latar belakang keluarga, suku, habit, hobi dan sebagainya, Sa?
Itu semua tergantung pada mau atau enggaknya kita menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Penerimaan.
Kita siap dan mau terima kondisi pasangan kita apa adanya atau enggak.
Nah, inilah kenapa dalam pacaran pun kita butuh kesiapan, butuh komunikasi dan pemikiran yang matang dari keduanya. Jangan sampe hanya karena ada sedikit perbedaan, hubungan tiba-tiba bubar di tengah jalan. Pemikiran yang matang dan kedewasaan rohani sangat dibutuhkan dan dituntut ada dalam sebuah hubungan pacaran.

Ketika kita merasa udah punya kesiapan tentang pacaran, mengerti tentang tujuan pacaran, pahamilah juga tentang konsep kesepadanan dan penerimaan.

Saat ini, aku dan si Anak Tuhan belum membangun hubungan yang serius (re: Pacaran). Kami sama-sama lagi memupuk dasar dari sebuah hubungan. Kepercayaan, keterbukaan, kejujuran sedang kami tanam bareng-bareng. Tapi di atas itu semua, kami bawa dasar ini ke tangan Tuhan, biar Tuhan yang atur sesuai Pengkhotbah 3:11. Bagian aku dan si Anak Tuhan sekarang ya memperbaiki diri sambil terus bekerja di ladang Tuhan.

Gak usah didoain cepet jadian, cukup didoain berjodoh aja hahaha...

"Best Relationship: Talk like best friends, play like children, argue like husband and wife, and protect like brother and sister."

Minggu, 24 Januari 2016

Keep His Promise

Shalom, anak mudaaaaa..
sudah terlalu lama semenjak kemunculan Lissa di dunia per-blogger-an dan akhirnya gue kembali menulis karena lagi baper hahaha.. Yap! gue baper dan gue jomblo, gak tau mau cerita ke siapa, jadi gue cerita ke sini aja. Cuss..

Hari ini gue bersyukur banget karena gue masih bisa ke gereja dan kita tau kalo semua hal yang kita lakuin karena dan untuk Tuhan gak akan ada yang sia-sia. Waktu gue ke gereja, gue bersyukur banget karena kembali diteguhkan, dikuatkan, dan kembali semangat lagi untuk mencapai semua cita-cita gue.

Keliatannya paragraf pembuka gue holy dan agak gak-gue-banget ya? hahaha.. Tapi itu serius. Gue sadar kalo gue punya banyak banget impian dalam hidup gue. Gue mau lanjut S2 di Jerman, gue mau punya cafe, gue mau punya butik dengan brand gue sendiri, gue mau keliling dunia, dan masih terlalu banyak yang mau gue lakuin di hidup gue. Masalahnya, terkadang impian kita hanyalah akan menjadi sebuah impian karena berbagai macam faktor.

Akhir-akhir ini gue lagi memasuki masa "letih kuliah minta dinikahin aja" dan hal ini berpengaruh besar sama impian gue untuk S2 di Jerman, ditambah lagi celotehan kanan-kiri gue yang bilang, "Cewek gak usah sekolah tinggi-tinggi, toh ujungnya juga beberes rumah sama ngangon anak." dan parahnya lagi adalah gue meng-iya-kan hal tersebut. Gue kehilangan semangat dan ambisi untuk lanjut ke Jerman dan gue ngerasa gak mampu untuk lanjut S2. Sejujurnya, setelah gue kehilangan ambisi untuk ke Jerman, impian gue untuk melangkah ke bangsa-bangsa bahkan untuk keliling dunia juga sedikit demi sedikit mulai hilang. Gue kehilangan semangat untuk ngejar impian dan cita-cita gue, bahkan gue lupa sama janji-janji Tuhan yang pernah Dia kasih untuk gue.

But today, my whole life turned around..
"Cemoohan orang tidak akan menggagalkan janji Tuhan atas hidupmu." Pdp. Ergina Sisgantina Elias
Kalimat di atas yang nguatin gue sepenuhnya. Gue belajar dari Sara dan Abraham, sekalipun keadaan mereka sama sekali gak memungkinkan untuk memiliki ketururan, tapi Tuhan tetep ngasih Ishak dalam hidup mereka. Bahkan ketika Sara dan Abraham sendiri yang menertawakan janji Tuhan, Dia tetep menepati janji-Nya atas Sara dan Abraham.
"Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya." - Kejadian 21:1
Hari ini gue kembali belajar untuk menyerahkan satu lagi aspek kehidupan gue ke dalam tangan Tuhan, yaitu impian gue. Gue belajar ketika gue punya impian atau dapet sebuah janji dari Tuhan, seharusnya gue pertama kali angkat tangan gue untuk serahin semua itu ke Tuhan, bukan duluan tanya ke temen bahkan orang tua. Seberapa pun bijaksananya orang tua atau temen kita, mereka masih bisa mengambil keputusan yang salah, tapi rancangan Tuhan udah pasti penuh damai sejahtera dan janji-Nya gak akan pernah gagal untuk memberikan kita hari depan yang penuh harapan. Yesus adalah Tuhan yang tepat sasaran dan tepat waktu. Impian, kehendak, keputusan, cita-cita yang kita serahkan ke dalam tangan-Nya gak akan pernah menjadi sekedar mimpi. Ia akan menggenapi sesuai perkenanan-Nya.

Sekali lagi gue bener-bener bersyukur punya Tuhan Yesus dalam hidup gue. Tuhan yang selalu menepati janji-Nya tanpa melihat situasi dan kondisi kita. Bahkan yang lebih amazing lagi, ketika banyak orang yang bilang janji Tuhan mustahil dalam hidup kita, terlalu banyak yang bilang mimpi kita ketinggian, atau mungkin kita sendiri yang merasa terlalu kecil untuk sebuah atau banyak impian yang besar, hal itu sama sekali gak akan pernah menggagalkan rencana dan janji Tuhan dalam hidup kita. So, selama kita masih menunggu Tuhan menggenapi janji-Nya dalam hidup kita, tetap lakukan yang terbaik dan tetap bersukacita. Kecewa, marah, sedih karena tertawaan dan cemoohan orang pasti akan tetep kita rasain, tapi jangan takut! Janji Tuhan iya dan amin untuk semua anak-anak-Nya.


"Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal." - Yehezkiel 16:60

Senin, 04 Januari 2016

FORMAT MAKALAH ILMIAH



Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Berikut ini adalah format karya ilmiah secara umum:


Bahasa

  1. Kecuali untuk abstrak, penulisan dilaksanakan dalam bahasa Indonesia dengan berpedoman kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987).
  2. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau Inggris baku


Jumlah

  1. Universitas berhak menerima dua eksemplar dari setiap laporan penelitian atau skripsi/tesis yang disusun oleh dosen atau mahasiswa Universitas Lampung
  2. Skripsi/tesis/laporan seperti yang tercantum pada (a) digunakan:
    1. Satu eksemplar untuk dokumentasi
    2. Satu eksemplar untuk dokumentasi perpustakaan universitas


Kertas

  1. Kertas berukuran A4 (21 x 29,7 cm).
  2. Jenis kertas:
    1. Untuk skripsi/tesis digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram
    2. Untuk laporan penelitian dan makalah ilmiah digunakan kertas HVS dengan bobot 80 gram atau duplikator.
  3. Untuk kulit (sampul) digunakan kertas buff
  4. Warna kertas:
    1. Selain kulit (sampul), seluruh kertas berwarna
    2. Warna kulit mengikuti warna bendera fakultas
    3. Untuk laporan penelitian antarbidang ilmu, kulit laporan berwarna biru langit


Pengetikan

  1. Skripsi/tesis, laporan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diketik dengan komputer, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Ukuran huruf 12, dengan font Times New Roman;
    2. Bila diperlukan, ukuran huruf 10 atau 11 dapat digunakan untuk isian (bukan judul) dalam tabel atau gambar;
    3. Huruf miring (italic) digunakan untuk kata asing, dan nama buku serta majalah atau publikasi ilmiah pada catatan kaki (tidak dalam daftar pustaka);
  2. Penggandaan dapat dilakukan dengan fotokopi dengan kertas dan tinta yang berkualitas tinggi, atau dicetak.
  3. Judul bab dan subbab
    1. Judul bab diketik 6 spasi dari batas atas kertas
    2. Judul subbab pada bagian bawah halaman harus diikuti dengan dua baris penuh di bawahnya
    3. Jika tempat tidak memungkinkan, judul subbab harus dimulai pada halaman berikutnya
  4. Kata terakhir pada suatu halaman tidak boleh dipenggal ke halaman berikutnya, seluruh kata harus diketik pada halaman berikutnya
  5. Alinea
    1. Alinea dapat dipisahkan dengan indentasi atau perbedaan spasi.
    2. Jarak indentasi bebas tetapi ajeg (consistent).


Sembir (Margin)

  1. Jarak dari pinggir kertas (Contoh l)
    1. Sembir bawah, atas, dan kanan berjarak 3 cm (1,2 inci) dari pinggir kertas
    2. Sembir kiri berjarak 4 cm (1,6 inci) dari pinggir kertas
    3. Pengetikan mengikuti kaidah Oleh karena itu, sembir kanan tidak perlu rata.
  2. Semua tabel dan gambar harus berada dalam sembir (margin)


Spasi

  1. Secara umum, keseluruhan tulisan harus berspasi ganda
  2. Spasi tunggal digunakan untuk judul, judul bab, judul subbab, kutipan, tabel, judul tabel, judul gambar, entri bibliografi, dan naskah pada abstrak makalah ilmiah
  3. Spasi tripel digunakan untuk antartabel, antargambar, antara tabel dan naskah, dan antara gambar dan naskah
  4. Spasi empat digunakan:
    1. Antara nama penulis dan baris pertama naskah pada halaman abstrak.
    2. Antara “Daftar Tabel” dan baris pertama judul tabel pada halaman daftar
    3. Antara “Daftar Gambar” dan baris pertama judul gambar pada halaman daftar gambar
    4. Antara judul bab dan subbab atau baris pertama naskah 

Jarak (jumlah ketukan antarkata) dalam tulisan:

    1. Jarak satu ketukan digunakan antarkata dan setelah semua tanda baca kecuali setelah titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru
    2. Jarak satu ketukan digunakan sesudah titik untuk singkatan gelar dan nama
    3. Jarak dua ketukan digunakan setelah tanda baca titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru.
    4. Antara titik dan singkatan lain dalam suatu gelar (misalnya Ph.D., S.H.), dengan angka lain untuk menunjukkan waktu, dan dengan angka lain yang menunjukkan bilangan ribuan.


Penomoran Halaman

  1. Nomor halaman diketik tanpa tanda petik ataupun tanda hubung.
  2. Nomor halaman ditempatkan di samping kanan, satu spasi di atas sembir (margin) atas dan berjarak 3 cm ( l ,2 inci) dari pinggir kanan kertas
  3. Pada halaman yang memuat judul utama (bab), nomor halaman tidak dicantumkan tetapi dihitung.
  4. Semua halaman dinomori, kecuali halaman pertama yang kosong, halaman judul, halaman muka, dan halaman pertama suatu makalah.
  5. Halaman “Pendahuluan” sampai “Daftar Pustaka” dan lampiran diberi angka Arab dimulai dengan angka l .


Laporan dan Skripsi/Tesis dengan Volume Ganda

  1. Laporan/skripsi/tesis yang tebal mungkin memerlukan dua atau lebih volume (jilid).
  2. Halaman judul harus diulang pada setiap volume dan serupa, kecuali untuk kata-kata “Volume I” (“Jilid I”), “Volume II” (“Jilid II”), dan seterusnya yang diletakkan tepat di bawah kertas.
  3. Penomoran halaman berurutan dari “Volume I” (“Jilid I”) sampai volume (jilid) terakhir.


Enumerasi

  1. Penomoran bab, subbab, dan seterusnya bukan keharusan
  2. Huruf atau nomor yang sudah digunakan untuk suatu bab tidak dapat digunakan untuk subbab dan seterusnya
  3. Jika hendak mengikuti pola enumerasi dengan penomoran hendaknya digunakan pola berikut:
  4. 1. …………………………………………………………………………………………….

1.1 ……………………………………………………………………………………….

1.1.1 ……………………………………………………………………………….

1.1.1.1 …………………………………………………………………….

1.1.1.2 …………………………………………………………………….

Pembagian yang lebih bawah lagi (lebih dari empat) hendaknya menggunakan huruf Latin kecil seperti berikut:

1. …………………………………………………………………………………..

1.1 ……………………………………………………………………………..

1.1.1 ……………………………………………………………………..

1.1.1.1 …………………………………………………………..

1.1.1.2 …………………………………………………………..

a. ……………………………………………………….

b. ………………………………………………………



Catatan Kaki

  1. Catatan kaki dapat digunakan untuk:
    1. Mengakui kutipan, pernyataan, dan/atau gagasan yang diambil dari penulis/orang
    2. Membuktikan / membenarkan pernyataan dengan menyebutkan sumber inform
    3. Mengutip halaman tertentu 
  2. Catatan kaki dapat berupa rujukan penjelas (isi) dan silang.
  3. Pengetikan
    1. Jika menggunakan cara indentasi, untuk setiap entri catatan kaki, indentasi dimulai pada baris pertama dan berjarak lima ketukan dari sembir (margin).
    2. Catatan kaki dipisahkan dari naskah oleh garis tidak terputus sepanjang 10 ketukan dan berjarak dua spasi dari naskah
    3. Spasi tunggal digunakan dalam catatan kaki, spasi ganda digunakan pada antarcatatan kaki
    4. Kutipan dalam naskah diikuti dengan angka Arab yang diketik sedikit di atas garis (tik atas/superscript).
    5. Nomor yang sama (juga tik atas) diketik pada awal catatan kaki pada bagian bawah halaman tempat terdapatnya kutipan tersebut.
    6. Nomor-nomor tik atas diketik langsung setelah tanda baca dalam naskah dan tanpa jarak.
    7. Setelah nomor tik atas, tidak ada tanda baca.
    8. Catatan kaki penjelas dan rujukan silang dinomori dengan urutan yang sama
  4. Penulisan
    1. Penulisan pertama untuk suatu catatan kaki harus mengandung informasi lengkap nama penulis/orang, tahun penulisan/ucapan, judul tulisan, tempat penerbit atau makalah/ ucapan dibacakan/ diucapkan
    2. Nama penulis ditulis mulai dengan nama kecil/nama pertama diikuti dengan huruf besar pertama nama tengah (jika ada) dan nama akhir/keluarga (Contoh: Agus Karyanto, Soesiladi Widodo, Jerry M. Bennett).
    3. Tanda baca utama adalah koma


Tabel dan Gambar

  1. Batasan Tabel dan Gambar
    1. Kata “Tabel” menyatakan data yang sudah ditabulasikan dan digunakan dalam skripsi/tesis/laporan penelitian/makalah ilmiah, baik dalam tubuh tulisan maupun dalam lampiran
    2. Kata “Gambar” menunjukkan semua materi nonverbal yang digunakan dalam tubuh tulisan atau lampiran seperti peta, grafik, foto, gambar, dan skema/diagram.
  2. Persiapan Tabel dan Gambar
    1. Untuk membuat tabel dan gambar dapat digunakan tinta cina dengan hasil yang sama baiknya dengan hasil komputer.
    2. Jika lebih dari satu warna digunakan dalam pembuatan gambar, pewarnaan harus ajeg untuk seluruh tulisan dan untuk setiap kopi
    3. Pemandu huruf dapat digunakan untuk judul, nomor, dan tanda
    4. Tabel dan gambar sedapatnya menggunakan kertas dengan mutu yang sama dengan kertas yang digunakan untuk seluruh tulisan.
    5. Gambar yang berbentuk foto:
  3. Foto yang lebih kecil dari halaman tulisan harus dipasang dengan rapat pada kertas dengan kualitas yang sama dengan kertas
  4. Lem yang digunakan harus berkualitas tinggi
  5. Bahan lain selain lem tidak diperkenankan untuk digunakan

    1. Penempatan Tabel dan Gambar
      1. Tabel dan gambar harus berada dalam sembir/margin.
      2. Tabel/gambar diletakkan sedekat mungkin dengan uraian dalam makalah
      3. Posisi tabel/gambar sejajar lebar atau sejajar panjang kertas tidak mempengaruhi cara penomoran halaman
      4. Tabel atau gambar yang ukurannya kurang atau sama dengan setengah halaman dapat diletakkan di antara uraian laporan dan dipisahkan dari kalimat sebelah atas dan bawah dengan satu spasi
      5. Tabel atau gambar yang lebih besar dari pada setengah halaman diletakkan pada halaman
      6. Dua atau tiga tabel/gambar yang kecil dapat diletakkan pada satu halaman dengan pemisahan seperti pada Contoh
      7. Tabel/gambar yang lebar dapat diketik atau diletakkan sejajar panjang kertas. Judul tabel/gambar diketik di bawahnya pada sisi penjilidan/sembir kiri
      8. Tabel/gambar yang besarnya melebihi ukuran kertas dapat dilipat dengan lipatan yang sesuai dengan ukuran kertas, sembir diukur dari batas kertas
      9. Gambar, misalnya peta, yang besarnya melebihi   ukuran kertas dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam kantong pada bagian-dalam kulit belakang (back cover).
    2. Penomoran Tabel dan Gambar
      1. Tabel/gambar dinomori dengan seri yang berbeda
      2. Setiap seri diberi nomor urut dengan angka Arab: Tabel 16 Gambar 16.
      3. Penerusan tabel ke halaman lain:
        1. Pada halaman berikutnya di batas atas diketik “Tabel 16 (lanjutan)” tanpa tanda petik.
        2. Judul tabel tidak diketik ulang.

4. Nomor dan judul tabel diletakkan dua spasi di atas

batas tabel.

5. Nomor dan judul gambar diletakkan dua spasi di

bawah batas gambar bawah.




Unsur Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah



Ragam Bahasa

Adalah sebuah varian dari bahasa yang menurut dari pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian yang menurut dari pemakai.



Ejaan

adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah  tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:

  • aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
  • aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
  • aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.



Diksi

Adalah pemilihan kata dan gaya ekspresi yang dilakukan oleh penulis atau pembicara dengan tujuan agar mudah didengar dan dipahami.



Kalimat

Adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola  intonansi akhir.



Alinea dan Pengembangannya

Alinea (paragraph) adalah sebagai suatu bagian dari karangan atau tuturan yang terdiri atas beberapa kalimat yang mengungkapkan suatu informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya. Pengembangan dari alinea atau paragraf biasa digunakan oleh penulis harus memberikan fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.



Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

  1. Pemilihan Topik
  2. Pembahasan Topik
  3. Pemilihan Judul
  4. Menentukan Tujuan Penelitian
  5. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
  6. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah



Kerangka Karangan

Adalah sebuah rencana kerja yang membuat garis-garis besar suatu karangan yang memuat ketentuan-ketentuan pokok bagaimana kita akan menyusun karangan-karangan tertentu. Dalam pemuatan kerangka karangan.. kita hadrus menyiapkan dalam bentuk catatan-catatan sederhana, tapi juga dapat berbentuk mendetail dan digarap sangat cermat.



Kutipan dan Catatan Kaki

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat pada buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh dan kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi dari penulis.



Abstrak dan Daftar Pustaka

Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk memahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.

Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya : thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.


SUMBER:
http://belajarpsikologi.com/format-penulisan-karya-ilmiah/
http://kir34.blogspot.co.id/2009/04/format-penulisan-karya-ilmiah.html
http://dinardc.blogspot.co.id/2014/03/format-penulisan-karangan-ilmiah.html
https://erdendi.wordpress.com/2013/12/28/format-penulisan-ilmiah-universitas-gunadarma/